MENERAPKAN KESELAMATAN, KESEHATAN, DAN LINGKUNGAN HIDUP (K3LH)

MENERAPKAN KESELAMATAN, KESEHATAN,
DAN LINGKUNGAN HIDUP (K3LH)


A. Pengertian Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja
1.      Keamanan Kerja
Keamanan kerja adalah suatu usaha untuk menjaga dan melindungi pekerja dan fasilitas/asset yang dimiliki, baik yang berada di dalam perusahaan maupun yang berada di luar lingkungan perusahaan. Upaya memberikan jaminan keamanan kerja tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga kerja yang bekerja di dalam lingkungan perusahaan, tetapi juga bagi tenaga kerja yang bekerja di lapangan, misalnya: karyawan bank yang bertugas mengambil atau mengantarkan uang ke suatu tempat perlu mendapat pengawalan yang ketat untuk mengantisipasi tindak kejahatan.  Di dalam kitab Undang-Undang Hukum Perdata, khusus mengenai keamanan kerja dijelaskan bahwa pihak perusahaan wajib mengatur dan memelihara ruangan, alat, dan perkakas, dimana perusahaan  menyuruh pegawainya melakukan pekerjaan sehingga para pekerja terlindung dari bahaya. Apabila perusahaan tidak memenuhi kewajiban tersebut, pihak perusahaan wajib mengganti kerugian kepada pekerja yang tertimpa musibah saat bekerja.
2.      Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja adalah perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang pada saat bekerja. Keselamatan kerja berhubungan dengan mesin, peralatan kerja, bahan, dan proses pengolahannya, lingkungan kerja, serta cara-cara melakukan pekerjaan. Dengan demikian, keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun jasa. Jadi, dapat dikatakan bahwa bahaya yang dapat timbul dari mesin, pesawat, alat kerja, bahan, proses pengerjaannya, dan lingkungan kerja harus sebisa mungkin dikendalikan dan atau bila mungkin dihilangkan. Masalah keselamatan kerja perlu mendapat perhatian serius, mengingat lingkungan kerja yang aman, tenang, dan tenteram akan membuat pekerja bersemangat dan dapat bekerja dengan lebih baik lagi sehingga diperoleh hasil kerja yang memuaskan.
3.      Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja merupakan upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat disekitarnya agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal (Undang-Undang Kesehatan tahun 1992 pasal 23). Kapasitas kerja meliputi status kesehatan pekerja, dan gizi kerja yang baik serta kemampuan fisik yang prima, semuanya itu diperlukan agar pekerja dapat melakukan pekerjaan secara baik dan optimal. Beban kerja meliputi beban kerja fisik maupun mental. Akibat kerja yang terlalu berat atau fisik yang terlalu lemah dapat mengakibatkan pekerja mengalalmi gangguan atau penyakit akibat kerja. Sedangkan kondisi lingkungan kerja turut dipengaruhi oleh panas, kebisingan, debu, maupun zat-zat kimia.

B.     Tujuan Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja
1.   Tujuan Keamanan Kerja
Setiap pekerja menginginkan adanya keamanan dalam bekerja, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja (lapangan). Keamanan saat bekerja akan membuat pekerja merasa tenang dan nyaman sehingga lebih berkonsentrasi terhadap pekerjaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas.
Tujuan keamanan kerja, antara lain:
a.    Meningkatkan kinerja menuju hasil yang lebih baik ,
b.   Melindungi pekerja ketika sedang bekerja,
c.    Melindungi dan menjaga fasilitas dan asset perusahaan.
2.   Tujuan Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja erat kaitannya dengan usaha peningkatan hasil produksi dan pencapaian produktivitas kerja. Pengaruh keselamatan kerja terhadap peningkatan produktivitas diperlihatkan oleh hal-hal berikut ini:
a.    Tingkat keselamatan kerja yang tinggi dapat menghindari terjadinya pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu.
b.   Tingkat keselamatan kerja yang tinggi akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan aman sehingga para karyawan dapat bekerja semaksimal mungkin.
Sedangkan yang menjadi tujuan dari keselamatan kerja, antara lain:
a.    Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melaksanakan pekerjaan,
b.   Menjamin keselamatan tiap orang yang berada ditempat kerja,
c.    Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.
 3.   Tujuan Kesehatan Kerja
a.    Menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif
b.   Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja di semua lapangan kerja yang setinggi-tingginya baik fisik, mental, maupun kesejahteraan sosialnya.
c.    Sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang berlandaskan kepada meningginya efisiensi dan daya produktivitas factor manusia dalam produksi.

Dari tujuan-tujuan di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa dibuatnya aturan penyelenggaraan keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja pada hakekatnya adalah pembuatan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan peralatan dalam bekerja serta pengaturan dalam penyimpanan bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan, sehingga potensi bahaya kecelakaan tersebut dapat dieliminir.
MENERAPKAN KESELAMATAN, KESEHATAN, DAN LINGKUNGAN HIDUP (K3LH) | abdan syakuro | 5