Awal ditemukannya Penyakit Sindrom Imunodefisiensi (AIDS)

Awal ditemukannya Penyakit Sindrom Imunodefisiensi Didapat (AIDS)- Sindrom Imunodefisiensi Didapat (AIDS) menarik perhatian komunitas kesehatan pertama kali pada ditemukan, tahun 1981, saat terjadi kasus-kasus pneumonia dan Sarkoma Kaposi yang tidak lazim pada laki-laki homoseks di California, Amerika.  Bukti epidemiologik mengisyaratkan terdapatnya suatu agen infektiosa, dan pada tahun 1983 virus imunodefisiensi manusia tipe-1 (HIV-1) diidentifikasi sebagai penyebab penyakit (Barre-Sinoussi et al.,1983; Gallo, 1984).  AIDS adalah suatu kumpulan kondisi klinis tertentu yang merupakan hasil akhir dari infeksi oleh HIV.   Kasus AIDS mencerminkan infeksi HIV yang sudah berlangsung lama.  Saat ini AIDS dijumpai pada hamper semua Negara, dan merupakan sebuah pandemik di dunia.4
Sampai Januari 2006, UNAIDS dan WHO memperkirakan AIDS telah membunuh 25 juta orang, sejak pertama ditemukan, tanggal 5 Juni 1981.  Data terakhir pada Desember 2004, jumlah ODHA di dunia mencapai estimasi 35,9-44,3 juta orang.7
Saat ini tidak ada negara yang terbebas dari HIV/AIDS.  HIV/AIDS menyebabkan berbagai krisis secara bersamaan, menyebabkan krisis kesehatan, krisis pembangunan Negara, krisis ekonomi, pendidikan juga krisis kemanusiaan.  Dengan kata lain HIV/AIDS menyebabkan krisis multidimensi.  Sebagai krisis kesehatan, AIDS memerlukan respons dari masyarakat dan memerlukan layanan pengobatan dan perawatan untuk individu yang terinfeksi HIV.
Kasus pertama AIDS di dunia dilaporkan pada tahun 1981.Meskipun demikian, dari beberapa literatur sebelumnya ditemukan kasus yang cocok dengan definisi surveilans AIDS pada tahun 1950 dan 1960-an di Amerika Serikat.  Sampel jaringan potongan beku dan serum dari seorang pria berusia 15 tahun di St. Louis, AS, yang dirawat dengan dan meninggal akibat Sarkoma Kaposi diseminata dan agresif pada 1968, menunjukkan antibody HIV positif dengan Western Blot dan antigen HIV positif dengan ELISA.  Pasien ini tidak pernah pergi ke luar negeri sebelumnya, sehingga diduga penularannya berasal dari orang lain yang juga tinggal di AS pada tahun 1960-an, atau lebih awal.
Virus penyebab AIDS diidentifikasi oleh Luc Montagnier pada tahun 1983 yang pada waktu itu diberi nama LAV (lymphadenopathy virus) sedangkan Robert Gallo menemukan virus penyebab AIDS pada tahun 1984 yang saat itu dinamakan HTLV-III. Sedangkan tes untuk memeriksa antibody terhadap HIV dengan cara ELISA baru tersedia pada tahun 1985.
Istilah pasien AIDS tidak dianjurkan dan istilah ODHA (orang dengan HIV/AIDS) lebih dianjurkan agar pasien AIDS diperlakukan lebih manusiawi, sebagai subjek dan tidak dianggap sebagai sekedar objek, sebagai pasien.
Kasus pertama AIDS di Indonesia dilaporkan secara resmi oleh Departemen Kesehatan tahun 1987 yaitu pada seorang warga Negara Belanda di Bali.  Sebenarnya sebelum itu telah ditemukan kasus pada bulan Desember 1985 yang secara klinis sangat sesuai dengan diagnosis AIDS dan hasil tes ELISA tiga kali diulang, menyatakan positif.  Hanya, hasil tes Western Blot, yang saat itu dilakukan di Amerka Serikat, hasilnya negatif sehingga tidak dilaporkan sebagai kasus AIDS.  Kasus kedua infeksi HIV ditemukan pada bulan Maret 1988 di RS Cipto Mangunkusumo, pada pasien hemofilia dan termasuk jenis non-progessor, artinya kondisi kesehatan dan kekebalannya cukup baik selama 17 tahun tanpa pengobatan, dan sudah dikonfirmasi dengan Western Blot, serta masih berobat jalan di RSUPN Cipto Mangunkusumo pada tahun 2002. 1
Sampai saat ini terapi infeksi HIV belum dapat mengeradikasi HIV.  ARV bukan obat pembunuh virus, nemun pemberian obat tersebut dapat menekan angka kesakitan dan angka kematian.  Namun bila terapi dihentikan, jumlah virus akan kembali seperti semula.  Tujuan utama terapi HIV dengan ARV adalah penekanan secara verkelanjutan jumlah virus, pemulihan dan/atau pemeliharaan fungsi imunologik, perbaikan kualitas hidup, dan mengurangan morbiditas-mortalitas HIV.
Awal ditemukannya Penyakit Sindrom Imunodefisiensi (AIDS) | abdan syakuro | 5