RANGKUMAN PERKULIAHAN ETIKA PROFESI KEGURUAN

RANGKUMAN PERKULIAHAN ETIKA PROFESI  KEGURUAN

Secara harfiah ethos berarti, aturan atau prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Professi Keguruan: bidang kehidupan di dunia pendidikan yang mempunyai fungsi sebagai penghidupan. Di dalam etika terdapat beberapa filsafat yang harus dipahami dan dilaksanakan sebagaimana seharusnya seorang guru.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita.
A.     Filsafat sendiri berarti berpikir secara logika untuk mencari sebuah kebenaran dibalik satu hal baik dalam kehidupan pribadinya atau lingkungannya, namun semua upaya harus dipraktekan dalam kehidupan tidak lepas dari pelaksanaan teori nilai, yang mengandung makna bahwa nilai merupakan sesuatu yang berharga, yang bermutu dan berkualitas, serta mencari hal kebenaran yang berorientasi pada tujuan hidup serta didorong dengan motivasi-motivasi untuk mencapai kebenaran hidup dan ahlak yang mulia. Filsafat dibagi menjadi tiga bagian:

1. Epistemology

:

Teori mengenal pengetahuan mana yang baik dan buruk sebagai kebenaran, serta logika yang menganalisis suatu pengetahuan dan logika sebagai analoginya.

2. Axiology

:

Teori nilai, satu hal yang mempunyai harga, bermutu, menunjukkan kualitas, yang berguna bagi manusia.

3. Metafisika

:

Ilmu yang mempelajari ajaran keTuhanan.

Filsuf adalah pakar yang seing menemukan pengetahuan tentang satu hal, dan tugasnya adalah mencari kebenaran yang hakiki menurut ukuran pikiran manusia.
Dan etika berurusan dengan baik dan buruknya filsafat yang membicarakan antara baik dan buruk tentang perilaku manusia baik di mata manusia atau mata Tuhan.
Karena etika selalu berhubungan dengan acuan aturan, dalam mewujudkan nilai etika adalah dengan menjadikan norma etik (norma moral) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Norma-norma etik tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka aturan yang tersumber pada empat hal, religi / keagamaan, falsafah, hasil konvensi, tradisi adat harus dilaksanakan.
a.      Religiusme: Religi berasal dari kata religie (bahasa Belanda) atau religion (bahasa Inggris), masuk dalam perbendaharaan bahasa Indonesia dibawa oleh orang-orang Barat yang menjajah bangsa Indonesia. Sedangkan isme dapat diartikan sebagai paham. Religiusisme mempunyai pengertian sebagai paham atau keyakinan akan adanya kekuatan gaib yang suci, menentukan jalan hidup dan mempengaruhi kehidupan manusia yang dihadapi secara hati-hati dan diikuti jalan dan aturan serta norma-normanya dengan ketat agar tidak sampai menyimpang atau lepas dari kehendak jalan yang telah ditetapkan oleh kekuatan gaib suci tersebut. (Muhaimin Dkk, 2005: 29).
b.      Falsafah: Pancasila sebagai sumber nilai adalah dijadikannya nilai nilai dasar menjadi sumber bagi penyusunan norma hukum di Indonesia. Operasionalisasi dari nilai dasar pancasila itu adalah dijadikannya pancasila sebagai norma dasar bagi penyusunan norma hukum di Indonesia. Negara Indonesia memiliki hukum nasional yang merupakan satu kesatuan sistem hukum. Sistem hukum Indonesia itu bersumber dan berdasar pada pancasila sebagai norma dasar bernegara. Pancasila berkedudukan sebagai grundnorm (norma dasar) atau staatfundamentalnorm (norma fondamental negara) dalam jenjang norma hukum di Indonesia.
c.       Konvensi. Norma atau aturan yang dibuat atas dasar keputusan bersama. Konvensi terdiri dari norma agama, norma hukum dan norma adat.
d.      Tradisi/adat: Satu sikap yang berasal dari nenek moyang yang mengharuskan berbuat baik dan meninggalkan keburukan.

B.     Syarat Etika
1.      Baik ( sesuatu yang menjadi perbuatan mulia dan menghasilkan ganjaran serta dapat menyenangkan individu lain) dapat mempertebal akhlak dan keimanan.
2.      Buruk ( sesuatu yang menjadi perbuatan buruk dan hukuman serta dapat merugikan individu lain, selain itu mendapat siksaan di mata Tuhan) serta dapat menghancurkan akhlak dan keimanan.
Semua ada syaratnya, yaitu tahu dan mengerti, bebas (tanpa ada ikatan, tekanan. Serta sadar dalam meleksanakannya, namun semua kembali ke individu masing-masing sejauh mana individu tersebut melakukan hal yang tidak seharusnya.
Tingkatan ukuran baik menurut Lawrence Kolberg
a.      Hati Nurani: Panggilan jiwa, untuk berbuat baik, dalam berperlikau hidup demi mengundang simpati dan dukungan seluruh masyarakat. Apabila sanksi moral tidak lagi efektif, langkah-langkah penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan konsisten.
b.      Hukum : adalah alat negara Indonesia yang berfungsi untuk memaksa, memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah “Pancasila sebagai suatu sistem etika.
c.       Orang lain: sebagai tujuan objektiv dalam melakukan perilaku baik untuk seorang pelaku kebajikan.
d.      Diri sendiri : seorang yang menjadi subjektivitas dalam melakukan hal yang baik, dan akan menyenangkan jika perbuatan tersebut baik diberikan kepada individu lain. Perbuatan buruk akan disebut buruk jika perbuatan tersebut merugikan individu lain.
C.      Sumber Etika
1.      Tradisi kebiasaan dari nenek moyang yang bertujuan untuk mengatur prilaku.
2.      Konvensi: kebiasaan yang tertulis dalam bentuk norma hukum, norma agama dan norma adapt
3.      keagamaan : religi / keyakinan yang berasal dari Tuhan yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya.
4.      ilmu dan filsafat: berpikir secara logika untuk mencari sebuah kebenaran dibalik satu hal baik dalam kehidupan pribadinya atau lingkungannya.

D.     Aliran Filsafat

Hedonisme

:

Hedonisme merupakan paham yang mengajarkan bagaimana caranya untuk mendapat kesenangan/kebahagian

Utilitarisme

:

Menurut suatu perumusan terkenal, dalam rangka pemikiran utilitarianisme (utilitarianism) kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang terbesar.

Vitalisme

:

Berkaitan dengan orang yang berkuasa. Aliran  ini  merupakan  bantahan  terhadap  aliran  naturalisme  sebab  menurut  faham  vitalisme  yang  menjadi  ukuran  baik  dan  buruk  itu    bukan  alam  tetapi  “vitae”  atau  hidup  (yang  sangat  diperlukan  untuk  hidup). 

Sosialisme

:

Ajaran yang mengajarkan hidup bermasyarakat. Sosialisme ialah Paham yang bertujuan perubahan bentuk masyarakat.

Religiusme

:

Ajaran keagamaan. Religi / keagamaan yaitu satu faham / keyakinan yang berhubungan dengan ketuhanan yang diakui pemerintah. Di dalamnya terdapat aturan tentang perbuatan yang baik dan yang buruk. Yang mana yang harus dilaksanakan dan yang mana yang harus ditinggalkan.

Humanisme

:

Bahwa yang baik adalah yang sesuai dengan kodrat manusia. Pemikiran itu agaknya sangat cocok dengan gaya hidup masyarakat modern. Individualitas dan nafsu untuk meraih kenikmatan sangat kental mewarnai kehidupan kita. Paham ini mulai merasuki kehidupan remaja.
E.     Jenis Etika
1.      Khusus : Professi pernyataan cita-cita dan peraturan pelaksanaan pekerjaan (yang membedakannya dari murni pribadi) yang merupakan panduan yang dilaksanakan oleh anggota kelompok.
Pekerjaan dengan keahlian khusus.
a.      Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
b.      Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
2.      Umum: Professi pernyataan cita-cita dan peraturan pelaksanaan pekerjaan secara umum dan luas.
F.     Susunan kedudukan Norma aturan yang berlaku:
1.      Pancasila
2.      UUD 45
3.      UU
4.      Peraturan Pemerintah
5.      Keputusan Menteri

Professional: satu bidang keahlian yang dilakukan oleh individu secara optimal dan dewasa. Professional dibagi ke dalam tiga bagian lagi yaitu: ahli, otonom, pengabdian.

    1. Ahli
Pakar dalam melakukan segala hal, baik secara berpikir atau dalam praktiknya
    1. Otonom
Tidak bergantung pada yang lain
    1. Pengabdian
Pembaktian diri guna mendapatkan kepuasan di akhir.


 PMPTK Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Peningkatan keprofesionalan guru akan lebih optimal, ketika SNP dijalankan dengan baik. Sebab standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar nasional pendidikan adalah sbb: Standar kompetensi lulusan, Standar isi, Standar proses, Standar pendidik dan tenaga kependidikan, Standar sarana dan prasarana, Standar pengelolaan, Standar pembiayaan, Standar penilaian pendidikan

Motivasi adalah dorongan atau rangsangan, dengan tujuan untuk mendapatkan rasa dan jiwa yang puas dengan tujuan tercapaim baik itu dorongan dari diri dan dari luar. Setiap orang memiliki keinginan yang merupakan dorongan untuk bertindak, namun seringkali dorongan tersebut melemah karena faktor luar.
Jenis motivasi
    1. Motivasi Intrinsik dorongan yang berasal dari dalam diri jiwa seseorang dengan tujuan untuk menghindari sesuatu.
    2. Motivasi Ekstrinsik dorongan dari luar jiwa seseorang (motivator) dengan tujuan mencapai tujuan tertentu.

RANGKUMAN PERKULIAHAN ETIKA PROFESI KEGURUAN | abdan syakuro | 5